10 April 2013 - 19:30
Republik Islam Iran Mendukung Sepenuhnya Kemajuan Negara-negara Afrika

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan Teheran mendukung penuh kemajuan negara-negara di kawasan Afrika. Hal itu disampaikan Rahbar dalam pertemuannya dengan Presiden Burundi Pierre Nkurunziza dan bersama rombongan, Rabu (10/4) di Teheran.

Menurut Kantor Berita ABNA, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al Udzma Sayyid Ali Khamenei menyatakan Teheran mendukung penuh kemajuan negara-negara di kawasan Afrika. Hal itu disampaikan Rahbar dalam pertemuannya dengan Presiden Burundi Pierre Nkurunziza dan bersama rombongan, Rabu (10/4) di Teheran. Ayatullah Khamenei juga menyinggung permusuhan sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat dalam menjajah negara-negara Afrika, menebar konspirasi dan menyulut perpecahan antarnegara Afrika.

Dalam pertemuan dengan presiden Burundi tersebut, Rahbar menegaskan persatuan negara-negara Afrika. "Persatuan Afrika bisa menjadi sebuah pusat kekuatan dan kewibawaan bagi seluruh negara di kawasan Afrika, dan Iran mendukung penuh aliansi tersebut," kata Ayatullah Khamenei.

Rahbar menyatakan optimis bahwa negara-negara Afrika, termasuk Burundi, memiliki masa depan yang lebih baik, ditandai dengan pertumbuhan yang stabil dan kemajuan.

Sementara itu, Presiden Burundi Nkurunziza dalam pertemuan tersebut menyinggung peningkatan hubungan antara Burundi dan Iran dalam beberapa tahun terakhir.

"Burundi bertekad untuk mengembangkan hubungan konstruktif dengan Iran di berbagai bidang," tegasnya.

Menyambut perluasan hubungan antara Iran dan Burundi, Pemimpin Besar Revolusi Islam menekankan bahwa Uni Afrika dapat berperan sebagai pusat kekuatan bagi semua negara Afrika dan bahwa Republik Islam mendukung aliansi negara-negara Afrika dalam lembaga tersebut. 

Di lain pihak, Presiden Burundi menyinggung latar belakang hubungan antara Iran dan Burundi selama 28 tahun, mengatakan bahwa tujuan utama kunjungannya saat ini adalah meningkatkan hubungan yang telah terjalin.